15 Sep 2012

Seminar Supermoms sesi 1 :" Tantangan mendidik anak di era digital "

Akhirnya aku ikutan lagi salah satu seminar dari Tetraloginya seminar parentingnya Supermoms indonesia.
Kali ini mengangkat tema " Tantangan Mendidik Anak di Era Digital " yang diadain tanggal 1 Sept 2012 kemaren di JDC, sudah sedikit basi ya.. tapi aku mau bikin reviewnya sedikit buat catetan aku juga nantinya.

Datang sedikit terlambat, karena tania mendadak ngga ada yang jagain, jadi dengan berat hati nitipin sama tante nya berduaan doang dirumah eyang, sedangkan eyangnya lagi pergi ke sukabumi.
Pas masuk langsung duduk disebelah nya mba yani, trus langsung nyimak pemaparan dari ibu Elly Risman.

Menurut ibu Elly, untuk saat ini ada banyak anak Indonesia yang terancam mengalami kerusakan otak yang disebabkan oleh ancaman pornografi. Pornografi sendiri itu merupakan salah satu dampak negative dari kemajuan teknologi karena penggunaan yang tidak tepat.



Ibu Elly juga menunjukkan fakta bahwa modus operandi untuk penyebaran pornografi mendekati anak-anak kita dengan cara:

  • Misscall, sms ataupun bbm
  • Dipaksa oleh pacar
  • Dijual oleh teman, tetangga dsb

dari hal tersebut diatas, banyak sekali kasus perkosaan yang terjadi, penyimpangan perilaku seks pra nikah dan juga kasus anak dibawah umur menjual diri sebagai wanita pekerja seks.. miris dengernya.. :'(


Berikut ini beberapa media yang merupakan tempat anak biasanya untuk memulai, mengenal dan mengakses pornografi :

1. Internet
Dari hasil penelitian 21% anak mengakses lewat internet, so ada baiknya kita para orang tua lebih mengontrol pemakaian internet anak kita.

Internet sangat mudah diakses anak, dari mulai free wifi yang bertebaran bahkan sampai pemasangan wifi sendiri dirumah yang niatnya untuk memudahkan tapi ini bisa juga menjadi senjata makan tuan buat anak kita.. * ini seperti yang aku alami, pasang wifi dirumah eyang, tania jadi bisa donlod sendiri mainan yang dia mau di tablet, aku parno kalo dia nanti bisa mengakses hal-hal yang tidak diinginkan -___-'

2. Games
Sekitar 14% anak mengenal pornografi melalui games.  Tanpa disadari banyak games yang beredar sekarang ini dapat merusak otak anak kita dengan mengajari pornografi dan kekerasan diantaranya game : GTA, Point blank, the Sims dan Counterstrike. 

Selain kelima game tersebut, mungkin ada banyak lagi game yang sejenis yang sebenernya diperuntukkan untuk orang dewasa, akan tetapi banyak orang tua yang tidak sadar dan membelikannya untuk anak mereka. Game tersebut biasanya bisa mempengaruhi otak anak kita sehingga memicu adanya tawuran dengan mencontoh adegan kekerasan maupun senjata yang dipakai di game tersebut, belum lagi yang pornografi..iihh lagi-lagi semua merinding mendengar paparan ibu Elly.

3. Film/ Sinetron/ DVD
Yang ini bener-bener terang-terangan bisa merusak, coba ajah lihat film-film yang beredar di bioskop, belum lagi sinetron yang setiap hari tayang di dunia pertelevisian kita, dari mulai adegan kekerasan, orang jahat, dan banyak juga adegan syur yang sama sekali ngga mendidik.

Bodohnya lagi tidak sedikit orang tua yang mengajak anaknya nonton bioskop untuk film yang seharusnya ber genre Dewasa, kaya waktu itu heboh ditwitter mengenai orang tua yang ngajak anaknya nonton the raid :'(

Untuk masalah nonton ini, aku sadar memang tidak bagus efeknya buat anak, tapi selagi kita bisa kontrol apa yang ditonton dan membatasi sekaligus mendampingi saat menonton, insya Allah ada efek positifnya juga, dengan catatan channel yang ditonton itu khusus buat anak ya.. klo aku sama tania favorit nya cuma disney junior, hampir semua tayangan disney junior kita berdua hafal :D

4. Komik
untuk yang ini mungkin banyak ortu yang juga terkecoh, komik yang beredar sekarang memang ternyata didalamnya ada beberapa gambar yang berbau syur.. tapiii ya memang ngga semua komik ya..makanya sangat dianjurkan untuk ikutan membaca buku yang dibaca oleh anak kita.

5. Iklan
Untuk yang ini juga lumayan serem ya.. secara anak kecil seumuran tania itu paling gampang hafal beberapa gaya dan lagu di iklan. Waktu diseminar, ibu elly menampilkan beberapa iklan yang ngga nyambung antara produk yang mereka jual dengan konsep iklan mereka.. miris melihatnya.

Mengapa Anak kita bisa terlibat masalah pornografi ?

Hal ini merupakan efek dari

1. Faktor Kelelahan ( BLAST : Bored, Lonely, Angry, Stress and Tired)

Anak jaman sekarang, sudah diajarin calistung dari umur di bawah 7 tahun, padahal diumur segitu otak mereka itu belum bersambungan, ironisnya seringnya ada paksaan untuk hal itu. Belum lagi ditambah banyaknya mengikuti kegiatan les ini itu supaya mereka lebih cerdas, pintar. Ternyata hal itu bisa menimbulkan faktor kelelahan pada anak, sehingga ketika mendekati lulus SD mereka seperti kehabisan bahan bakar dan cenderung bosan, stres dan lelah.

Pada saat kelelahan dan stress seperti ini, biasanya anak merasa kesepian dan pada saat bersamaan, anak juga kurang perhatian dari orang tua mereka dan mereka juga memiliki sedikit ruang gerak sehingga mereka cenderung ingin mencari tahu hal yang enak, dan pada saat itulah mereka bisa mulai mengenal hal-hal "enak" yang tidak baik.

Bukan berarti anak yang sudah bisa membaca dibawah umur 7 tahun itu diharamkan ya.. klo memang mereka bisa dengan sendirinya tanpa ada paksaan, itu sah aja kok.. asal tidak dipaksakan.

2. Faktor Ayah

Ternyata untuk pengasuhan generasi Z ini, faktor ayah sangat penting banget. Menurut hasil penelitian Ibu Diah Karim menunjukkan bahwa anak yang dibesarkan tanpa Ayah rentan mengalami masalah saat kanak-kanak atau remaja.

Bagi Anak laki-laki lebih banyak efek negatifnya diantaranya : Nakal, Agresif, Narkoba dan Seks Bebas.
Sedangkan untuk Anak perempuan efek negatifnya antara lain : Depresi dan Seks Bebas.

Untuk Laki-laki khususnya, diatas umur 7 tahun sangat dianjurkan untuk lebih sering melakukan kegiatan bersama ayahnya, agar mereka makin terasah kemaskulinannya, sehingga terhindar dari penyimpangan seksualitas yang bisa mengakibatkan transgender, seperti yang sekarang ini sering banyak terlihat cowo yang kelakuannya feminim :(

Jadi kembalikan dan kuatkan fungsi Ayah dalam pengasuhan, ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah namun harus ikut aktif dalam mengasuh buah hatinya.

Lalu bagaimana ciri anak yang sudah kecanduan pornografi ?

berikut ini 10 ciri nya
  • Mudah haus dan tenggorokan kering
  • Sering minum
  • Sering buang air kecil
  • Sering berkhayal
  • sulit berkonsenterasi
  • Jika bicara menghindari kontak mata
  • Sering lama bermain PS dan internet
  • Prestasi akademis menurun
  • Main dengan kelompok tertentu saja
  • Berprilaku aneh

Apa yang dilakukan ketika anak sudah kecanduan pornografi ?

1. Tenang !
Hal ini pasti sulit, tapi justru ini akan menjadi kunci utamanya.

2. Hindari Marah dan Panik
Marah dan Panik tidak dapat menyelesaikan masalah, yang ada si anak akan semakin menjauhi orang tuanya dan ini akan membuat kita semakin sulit melakukan terapi ke mereka.

3. Terima, Maafkan, minta ampun sama Allah dan mulailah bermusyawarah
 Terima kenyataan dan maafkan, biar bagaimanapun mereka buah hati kita dan mereka membutuhkan bantuan kita untuk lepas dari kecanduan itu.

Lakukan musyawarah baiknya terlebih dulu dengan pasangan kita, setelah itu baru kita berdua meminta maaf ke anak dan lakukan musyawarah dengan anak tentang rencana apa yang ingin dilakukan selanjutnya.

Ingat Anak perlu validasi 3P : Penerimaan, Pujian dan Penghargaan
Jika anak sudah merasa dihargai oleh kedua orang tuanya, maka anak akan semakin mudah untuk diajak kompromi.

4. Perbaiki pola pengasuhan
  • Lakukan perumusan ulang tujuan pengasuhan kita
  • Ortu mengenali kelebihan dan kekurangan diri nya masing-masing
  • Kedua nya harus sepakat mengenai dual parenting, yaitu mempunyai porsi yang sama dalam pengasuhan.

Cara menghadapi anak tersebut :
  • Cari tahu penyebab anak memulai mengenalnya
  • Selesaikan hal-hal yang menyangkut emosi dan harga diri nya, ini kan membuat kecanduan menurun.
  • Jelaskan target penyedia pornografi
  • Tanyakan bagaimana pendapatnya
  • Susun langkah yang akan dilakukan bersama
  • Anak butuh pendampingan
ingat terapis yang PALING BAIK untuk anak kita adalah ORANG TUA nya sendiri, jadi kita sendiri yang harus mendampinginya untuk menghilangkan kecanduan ini, waktu nya tidak sebentar jadi berdiskusilah dengan pasangan untuk menentukan siapa yang akan bertindak sebagai pendamping yang dapat full mendampingi.

Delapan hal yang bisa bermanfaat untuk membantu anak dalam proses terapi ini:
  • Jangan fokus pada aspek prestasi akademik semata
  • Aktif dalam menggunakan teknologi media
  • Komunikasi dan disiplin yang berbeda, yaitu dengan kasih sayang
  • Perkuat keimanan dalam diri anak. Bicarakan tentang memelihara kesucian sampai menikah nanti. Ini berlaku untuk anak perempuan dan juga anak laki-laki.
  • kemampuan berpikir kritis
  • Konsep dan harga diri yang baik
  • Mandiri dan bertanggung jawab
  • Do'a.

Klo dari paparan ibu elly, aku dapat mengambil kesimpulan bahwa sebaiknya kita sebagai orang tua harus cepat tanggap untuk mendidik anak di generasi Z ini, pola pengasuhannya pun berbeda dengan generasi sebelumnya yang dimana perkembangan teknologi tidak secepat sekarang, trus lahan untuk bermain juga tidak sesempit sekarang, sehingga anak di generasi Z ini memang tidak bisa lepas dari teknologi.

Perkembangan teknologi sudah ngga bisa dihindari lagi karena di sisi lain teknologi juga memudahkan kita, seperti sekarang hampir dimana-mana ada koneksi internet, trus henpon,belum lagi fenomena blackberry dan yang paling ngetren itu ipad dan berbagai macam tablet.

Ada baiknya kita sebagai orang tua harus :

1. Tahu perkembangan teknologi, jangan sampai kita kalah sama anak kita. Kita harus lebih pintar dari mereka, agar kita bisa mengontrolnya sebelum semuanya menjadi masalah.
2. Lebih peka terhadap isu- isu yang berkembang.
3. Sering mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anak kita.
4. Lebih waspada dan tidak panik.
5. Ada baiknya menggunakan teknologi tersebut terlebih dahulu sebelum memberikannya ke anak kita.
6. Berikanlah yang sesuai dengan tujuan dan perkembangan usianya.

Rangkuman yang aku buat ini tidak terlalu lengkap, jika mau lebih lengkap bisa langsung baca di blognya indah mengenai seminar ini, disitu di paparkan sangat lengkap, sampai pas aku baca berasa ikut seminar nya lagi :D

satu hal yang bikin jleb banget menurut ibu elly..
"ber ayah ada ber ayah tiada, ber ibu ada ber ibu tiada"
itu maksudnya bahwa anak sekarang memiliki ayah, tapi ayah mereka selalu sibuk sampai ngga punya waktu dengan mereka se akan akan jadi ngga punya ayah, begitu juga dengan ibunya...
Ya Allah sedih bangeeet kan ngebayanginnya.. T_T

So mulai sekarang, lebih banyaklah meluangkan waktu untuk buah hati kita, dengarkan dan hargai mereka, dampingi terus mereka, ubah pola asuh kita jangan seperti dulu karena mendidik generasi Z ini lebih berat dan lebih banyak tantangannya..

Semoga kita semua bisa lebih baik mendidik anak kita untuk masa depannya..
Semoga yang aku share ini juga bermanfaat..

Oia untuk sesi kedua dan ketiga nya aku ngga ikutan, jadi klo ada yang berminat ikutan seminar ini bisa langsung buka web nya supermoms disitu ada info lengkapnya.

Sampai jumpa di sesi ke empat nanti, 1 desember 2012 dengan tema " PD berbicara seks pada anak dan remaja"

2 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

terima kasih sharingnya ya, semoga aku bisa memperbaiki diri dalam mengasuh ana2

Nike (Tania's mom) mengatakan...

@mba lidya
U're welcome mba.. klo kata ibu Elly ini wajib disharing biar semua ortu memahami dan belajar bersama :)