3 Des 2012

Seminar : PD berbicara seks pada anak

Sabtu kemaren aku ikutan seminar tetralogy yang dibuat sama Supermoms Indonesia, seminar ini merupakan sesi yang ke empat, sesi terakhir dari rangkaian seminar yang dibuat supermoms di tahun 2012 ini.

Seminar kali ini temanya menarik banget yaitu " PD berbicara seks pada anak dan remaja" dengan pembicara Ibu Elly Risman, Psi

Karena dateng telat setengah jam, jadi aku kelewatan sesi awalnya seminar itu, pas dateng ya pas ngebahas tentang kesalahan ortu jaman sekarang seperti :


1. Tidak siap punya anak.
Jadi orang tua itu berat loh.. anak itu amanah dari Allah dan kita akan diminta pertanggung jawabannya nanti oleh Allah..

2. Tidak adanya  kesepakatan sama suami buat ngurus anak.
Saran dari Bu Elly, sebaiknya suami istri itu duduk bersama untuk membuat kesepakatan tentang  pengasuhan anak dan membagi tugasnya.

3. Mengsubkontrakkan pengasuhan.
Ini yang paling JLEB.. menurut Ibu Elly, seorang nenek/kakek tidak di design untuk mengurus cucunya, seharusnya waktu mereka sekarang ini dihabiskan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat buat mereka seperti mengikuti pengajian, jalan-jalan bareng sama teman-temannya bukan untuk pusing mengurus cucu mereka. Lagipula generasi yang sekarang ini tidak cocok bila diasuh dengan metode pengasuhan dulu, jadi pengasuhan nya tidak tepat.
apalagi klo di subkontrakan sama pembantu atau pengasuh itu sama ajah..
Anak itu tanggung jawab orang tuanya bukan orang lain.. semakin menusuk kalimatnya :'(

4. Meng export pendidikan agama anak.
Jaman sekarang, orang tua sering berpikir.. aahh anak gw diikuti les mengaji ajah biar pinter..truss di sekolahin di sekolah khusus yang porsi pelajaran agamanya lebih seperti pesantren, dengan harapan anaknya bisa mengerti dan memahami ttg agama lebih kuat tanpa harus kita yang mengajari.. ternyata itu juga kesalahan :(

5. Tidak membedakan pengasuhan antara anak laki dan perempuan.
Ternyata laki-laki itu sebagian besar diciptakan untuk berpikir dengan menggunakan otak kiri. Jadiii klo cerewet ke anak laki itu percuma.. ngga akan mempan deh.. perkembangannya anak laki dan anak perempuan juga beda, kira-kira telatnya beda satu tahun. . Sementara perempuan sebagian besar diciptakan untuk berpikir dengan otak kanan, jadi jangan heran klo kemampuan verbalnya lebih bagus.

6. Membebani anak dengan beban sekolah yang berat
Anak jaman sekarang banyak banget kegiatannya di luar sekolah, les ini dan les itu, belum lagi pr nya yang juga banyak, padahal pulang sekolah aja mereka sudah cape. terkadang orang tua tidak sadar akan hal itu, sehingga bisa membuat anak cepat lelah dan stres.

7. Kurang tanggap dan gagap teknologi.
Sebaiknya menjadi orang tua, kita juga harus cepat tanggap dengan perkembangan teknologi dan kita juga harus lebih pintar dalam hal ini di bandingkan anak, agar kita bisa mengontrol anak dan tidak di bodohi sama mereka. Banyak juga orang tua yang memberikan perangkat teknologi terbaru untuk anaknya, tanpa mereka pahami efek negatifnya, trus tidak juga di sertai aturan sehingga nanti bisa berakibat buruk untuk si anak itu sendiri.

8. Masih belum bisa berkomunikasi yang baik dengan anak.
biasanya klo ortu tidak bisa berkomunikasi yang baik dengan anak, maka otomatis ortu tidak mengerti dan kurang memahami apa yang dirasakan anak. Jadi lah orang tua yang ask able buat anak, sehingga anak bisa nyaman bertanya pada kita dan bisa mendapatkan jawaban dan informasi yang tepat dari orang tuanya sendiri, bukan orang lain dan juga dari media lain yang terkadang justru menyesatkan.

Lanjut dari poin-poin diatas, Ibu Elly langsung memaparkan tentang masalah kapan waktunya dan bagaimana cara nya membicarakan seks dengan anak.

Ibu Elly juga mengajari tentang bedanya sentuhan, dari sentuhan yang boleh/baik ( sentuhan bahu keatas atau dengkul ke bawah) , lalu sentuhan yang membingungkan (mulai bahu sampai atas dengkul tapiii dengan motif kasih sayang yang menjurus ke nafsu) kaya awalnya meluk untuk menunjukkan kasih sayang, tapi lama-lama ngeraba bagian yang ngga boleh untuk diraba, lalu sentuhan jelek yaitu menyentuh/meraba bagian yang tertutup baju renang.  


Lalu bagaimana memulai berbicara tentang seks pada anak?
Pertama kali yang dilakukan adalah mengubah mindset bahwa membicarakan seks pada anak itu saru dan tabu. Mungkin orang tua kita dulu beranggapan seperti itu, tapi tidak bisa untuk anak generasi sekarang yang bisa mendapatkan informasi dari mana saja.

Lalu Kapan sebaiknya kita berbicara tentang seks pada anak kita?
tidak ada batasannya, tapi sebaik nya sebelum mereka dewasa/bhaliq, kita sudah mempersiapkan mereka dengan hal tersebut. Nah berhubung anak sekarang hormonnya cepat, dan biasanya sekitar umur 9 tahun mereka sudah menunjukkan tanda mau bhaliq, jadi sebaiknya ajak mereka bicara sekitar umur 8 tahunan.

Gimana caranya?

Cara awal adalah, ajak anak duduk bareng dan bicarakan tentang tahapan yang terjadi pada saat menstruasi ataupun mimpi basah lalu ajari anak bagaimana caranya membersihkan diri setelah hal itu terjadi.
Waktu seminar, Ibu Elly menerangkan caranya dengan menggunakan alat praktek dengan buah-buahan, sedotan, lem dsb. Sangat menarik sekali deh..

Setelah itu bagaimana cara kita menghadapi pertanyaan dari anak tentang masalah seksual?
1. Tenang, kontrol diri dan jangan panik.
2. Tarik nafas jika diperlukan.
3. Lakukan cek pemahaman anak, tanyakan kalimat dengan kalimat ini " Yang kmu tahu apa nak?"
    Tujuan nya agar kita tahu seberapa jauh yang anak tahu tentang hal yang dia tanyakan.
4. Katakan apa yang kita rasakan, jujur lah mengungkapkannya.. seperti :" ihh.. mama kaget kmu tanya begitu.." tapi tetepp tenang ya.. ngga usah berlebihan atau lebay.
5. Jawab pertanyaannya dengan PS ( Pendek dan Singkat) jika memang kita bisa menjawabnya.
    Klo memang belum bisa/ sanggup menjawabnya sebaiknya tunda dulu dengan memberikan batasan kapan akan menjawabnya, dengan catatan jangan terlalu lama, nanti keburu anaknya cari info dari media lain.
6. Terakhir kunci jawaban dengan menggunakan kaidah agama,
    Seperti : "klo menurut agama kita pacaran itu ngga boleh loh.. "

Pada saat seminar, ada prakteknya langsung bagaimana cara berkomunikasi mengenai hal ini.. seru deh..

ada contoh yang salah seperti ini...

A : " ma, asalnya aku dari mana sih "
M: "hah?? kok kmu nanya itu sih.."      dengan nada panik
A : " ya.. aku mau tau asalnya aku dari mana.."
M :" hmmm..gini loh nak.. awalnya kan mama papa nikah trus sayang-sayangan trus mama hamil.. truuss ngga lama mama melahirkan kmu.."      sambil nyerocos panik
A : " aku ngga ngerti deh maksud mama.. tadi si itu cerita klo mama nya dia itu asalnya dari madura trus papanya dari medan.. Nah, aku tanya asal aku itu darimana.. " dengan nada kebingungan...

Doeeenngg.... ternyata si mama salah memberi info dan makin bikin anak ngga ngerti dan justru malah penasaran dengan penjelasan mama nya tadi. Hal itu mengapa pentingnya kita mengetahui pemahaman anak, coba bayangkan klo dari awal mama nya bertanya " yang kamu tahu apa nak?" pasti si mama akan lebih mudah menjawab dan tidak semakin ngaco jawabannya.

contoh yang benar kurang lebih seperti ini..

A: " Ma, kenapa sih kucing itu kawin?"
M :" oohhh... yang kamu tau apa? " dengan nada tenang.
A : " Ya kaya gitu ma.. tindih-tindihan..trus klo kata orang itu kawin.." sambil nunjuk ke arah kucing yg lagi kawin.
M : " iya benar.. kucing nya lagi kawin, setiap mahluk ciptaan Allah pasti kawin, cuma bedanya binatang bisa kapan aja dan dimana aja tapi klo manusia itu ada aturannya biar ngga dimarahi sama Allah. "

klo mau jelasin tentang kawin itu bagaimana dan untuk apa atau mau lebih detailnya, sebaiknya pilih di lain waktu, pilih saat yang tepat di saat kita sudah siap dengan jawaban dan informasi yang tepat.


Jadi hal tersebut diatas biasa disebut golden moment, dan kita sebagai orang tua harus bisa memanfaatkan golden moment itu sebaik-baiknya agar anak mendapat info yang jelas dan tepat dari orang tuanya dan juga si anak tidak akan canggung untuk bertanya dan sharing dengan kita sebagai ortunya.

Oia jangan malah memojokan anak dengan berbagai macam pertanyaan balik ya.. apalagi tidak memberikan jawaban yang bisa memuaskan anak, karena itu akan membuat anak malas untuk bertanya lagi di lain waktu.

Sedari dini buatlah kondisi dimana anak bisa terbiasa bertanya dan sharing dengan orang tuanya sendiri, agar anak tidak salah mendapat informasi. Khusus nya untuk seks education ini, ditekankan oleh Ibu Elly bahwa harus orang tuanya sendiri yang mengajarkan ke anaknya bukan orang lain.

Disaat sesi tanya jawab, ngga kalah seru, ada beberapa fakta yang terungkap dari kekerasan seksual yang terjadi dan juga mengenai dari mana sumber-sumber anak terkontaminasi ttg pornografi... naudzubillahi min dzalik.. semuanya bikin merinding dan nyeremin.. jadi walau kita juga sudah berusaha sebaik-baiknya mendidik anak kita sesuai dengan nilai-nilai agama dan walau di sekolahin di tempat yang bagus sekalipun, tetap saja banyak ancaman bahaya yang datang dari luar.. makanya jangan lupa untuk selalu berdoa agar anak kita selalu dalam lindungan Tuhan... *langsung pengen meluk tania*

Inti dari seminar ini adalah, bahwa pengasuhan anak wajib di lakukan oleh orang tuanya sendiri dan orang tua juga wajib menjadi pendidik utama untuk anaknya.

Memang tidak gampang, melainkan di butuh kan komunikasi yang baik, kesabaran serta kepekaan terhadap apa yang dirasakan anak, lalu menguatkan landasan agama agar anak tumbuh dan berkembang di jalan yang benar.

Semoga kita semua tidak akan lelah belajar untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi dan selalu berdoa agar generasi yang kita cetak nantinya akan menjadi generasi yang baik dimata dunia dan juga di hadapan Tuhan... Amiieeeenn

Yang jelas klo abis ikut seminarnya Ibu Elly, pasti langsung insaf deh.. ngurangin marah-marah ke Tania :D


Note:
Ulasan yg aku buat memang kurang lengkap tapi ini sengaja aku tulis buat catatan aku nanti dikemudian hari.
Klo ada yang mau baca lebih lengkapnya bisa browsing tentang judul seminar ini, karena aku yakin pasti banyak ibu-ibu lain yang akan share mengenai hal ini.

4 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

harus tenang ya mbak tipsnya

Mayya mengatakan...

Makasih atas sharingnya disini ya mbak! Sangat bermanfaat!

Desi mengatakan...

mba yuu..gue jadi tambah syedih deh ga bisa ikutan seminar ini, kalo baca blog ebo2 yang laen bahas tentang seminar ini..huhuhuhu

moga2 ntar ada lagi yak kek gini, trus kita ikutan lagi ma mba dewi juga..:D

Anonim mengatakan...

Surely, because i put together a meal or alternatively prepare the your oven, it does take 1 .
5 several hours if not more. An oven of one's dimension is in a position of cookware considering so and / or six pizzas at the same time and as well , carrying out your kids to flawlessness. Infraredalso races toasting methods. It's becoming preferred by - Queen Victoria, and she or he always has an actual
portion than me throughout the time of teatime.

Take a look at my webpage; toaster design studio